Jumat, 14 Agustus 2009

PIDATO KENEGARAAN


Oleh : Okta Eka S. (9A) dan Tiara R. Y. (9B)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jumat (14/08/09) pagi menyampaikan pidato kenegaraan didepan Sidang Paripurna DPR menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 64 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Presiden kembali mengecam aksi terorisme yang telah menyebabkan jatuhnya banyak korban.

Jelang detik-detik Hari Ulang Tahun ke 64 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jumat pagi menyampaikan pidato kenegaraan dihadapan Sidang Paripurna DPR. Selain dihadiri seluruh Anggota DPR, Sidang Paripurna juga dihadiri oleh putra putri bangsa yang berprestasi seperti juara olimpiade Fisika.

Dalam pidatonya, Presiden kembali mengecam aksi terorisme yang dilakukan segelintir orang sehingga menyebabkan sejumlah korban tewas. Presiden menilai, aksi pengeboman sebagai tindakan tidak berpri-kemanusiaan. Presiden menyatakan negara tidak boleh kalah oleh aksi-aksi semacam ini. SBY menjamin, negara akan melindungi, melayani dan meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. SBY juga mengharapkan kewaspadaan masyarakat untuk mencegah aksi teror.

Selain menyoroti aksi terorisme, pidato presiden juga mengulas sejumlah permasalahan yaitu pencarian bentuk demokrasi yang tepat bagi Indonesia, memperkuat tiga pilar kehidupan bernegara, paradigma dan strategi yang terdiri dari 10 sasaran utama diantaranya stabilitas nasional yang mantap, demokrasi dan keterbukaan serta hukum dan ketertiban.

Sidang Paripurna DPR memperingati Hari Ulang Tahun ke 64 Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai terlewatkannya lagu Indonesia Raya di awal acara. Hal ini diakui Ketua DPR RI Agung Laksono sebagai sebuah kekeliruan DPR.

Tidak ada komentar: